Selasa, 16 November 2010

PANGGILAN KEMURNIAN DALAM GEREJA KATOLIK

PANGGILAN KEMURNIAN DALAM GEREJA KATOLIK
DAN
DALAM ORDO KARMEL

I. KITAB HUKUM KANONIK
KEWAJIBAN DAN HAK SEMUA ORANG BERIMAN KRISTIANI
1. KHK 210 :
Semua orang beriman kristiani, sesuai dengan kondisi khas masing-masing, harus mengerahkan tenaganya untuk menjalani hidup yang suci dan memajukan perkembangan Gereja serta kekudusannya yang tak berkesudahan.

PENDIDIKAN KLERUS
2. KHK 247 $ 1:
Hendaknya mereka dipersiapankan dengan pendidikan yang sesuai untuk menghayati status hidup wadat, dan belajar menghargai sebagai anugerah istimewa.

KEWAJIBAN-KEWAJIBAN DAN HAK-HAK PARA KLERIKUS
3. KHK 276- $ 1:
Dalam hidupnya para klerikus berwajib mengejar kesucian atas dasar alas an istimewa, yakni karena mereka dalam menerima tahbisan dikuduskan dengan alasan-alasan baru dan menjadi pembagi-pembagi misteri-misteri Allah lewat mengabdi umat-Nya.

KEWAJIBAN-KEWAJIBAN DAN HAK-HAK PARA KLERIKUS
4. KHK 278 $ 2 :
Hendaknya para klerikus sekulir menghargai terutama perserikatan-perserikatan yang peraturannya disetujui oleh otoritas yang berwenang, dengan pengaturan hidup yang tepat dan memadai dan saling membantu sebagai saudara, memupuk kesuciannya dalam melaksanakan pelayanannya, dan membina persatuan antar mereka dan dengan Uskup masing-masing.


II. AJAKAN UNTUK MENGHAYATI KEMURNIAN DALAM PERFECTAE CARITATIS ( CINTA KASIH SEMPURNA) :
Kemurnian “demi kerajaan sorga” ( Mat 19:12), yang diikrarkan oleh para religius, harus dihargai sebagai kurnia rahmat yang sanagt luhur. Sebab secara istimewa membebaskan hati manusia ( lih. 1 Kor 7:32-35), supaya ia lebih berkobar cinta kasihnya terhadap Allah dan semua orang. Maka merupakan tanda yang amat khas harta sorgawi, dan upaya yang sangat cocok bagi para religious untuk gembira hati membaktikan diri bagi pengabdian kepada Allah serta karya-karya kerasulan.
Hidup dalam kemurnian, berarti bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri, melainkan senantiasa bertumpu pada Allah, meningkatkan hidup bermati raga dan mengendalikan pancainderanya. Juga tidak mengabaikan upaya-upaya kodrati, yang mendukung kesehatan jiwa dan badan. Hendaknya kemurnian dihayati sebagai tanda kasih persaudaraan antara para anggota dalam komunitas.

III. AJAKAN UNTUK MENGHAYATI KEMURNIAN DALAM OPTATAM TOTIUS ( DEKRIT TENTANG PEMBINAAN IMAM ) :
Para seminaris, yang menurut ketetapan-ketetapan ritus mereka yang suci dan sudah membaku menganut tradisi terhormat selibat imam, hendaknya dengan tekun dibimbing untuk menghayati status itu. Disitulah mereka merelakan persekutuan suami isteri demi Kerajaan Sorga, menyerahkan diri kepada Tuhan dengan kasih yang tak terbagi yang sangat sesuai dengan Perjanjian Baru, membari kesaksian akan kebangkita di masa mendatang, dan menerima bantuan yang sungguh mencukupi untuk terus menerus mengamalkan cinta kasih sempurna, yang memungkinkan mereka menjadi segalanya bagi semua orang dalam pelayanan imam. Hendaknya para seminaris menyadari secara mendalam, betapa penuh syukur status itu harus diterima, bukan melulu karena diwajibkan oleh Hukum Gereja, melainkan sebagai kurnia Allah yang amat berharga, yang perlu dimohon dengan rendah hati, dan berkat rahmat Roh Kudus yang membangkitkan serta menyertainya mereka tanggapi segera, dengan kerelaan dan kebesaran hati.
Hendaknya para seminaris memahami semestinya tugas-kewajiban serta martabat perkawinan Kristen, yang menghadirkan cinta kasih antara Kristus dan Gereja (lih. Ef 5:32 dst). Hendaknya mereka menyadari keluhuran keperawanan yang dikuduskan kepada Kristus, sehingga atas pilihan sendiri yang dipertimbangkan masak-masak dan dengan hati yang penuh-penuh bersedia, mereka membaktikan diri kepada Tuhan dengan penyerahan jiwa-raga seutuhnya.

KEMISKINAN DALAM REGULA
~ Regula Pasal 10:
Masing-masing hendaknya tinggal dibiliknya atau di dekatnya, sambil merenungkan hukum Tuhan siang dan malam, serta berjaga dalam hal doa, kecuali bila sibuk dengan pekerjaan lain yang wajar.


~ Regula pasal 19:
Pinggangmu hendaknya berikatkan kemurnian, dadamu hendaknya dilindungi pikiran-pikiran suci, sebab tertulis: pikiran suci akan melindungi engkau…….dan segala sesuatu yang harus kamu lakukan, lakukanlah itu dalam Sabda Tuhan.

Kemurnian : selibat demi Kerajaan Allah
Pada intinya bahwa yang menjadi acuan mendasar dan cakrawala global bagi hidup selibat kita dan bagi seluruh eksistensi Kristiani adalah ALLAH KERAJAAN dan KERAJAAN ALLAH. Kristus Yesus, manusia yang murni, mempersembahkan diri secara total demi Kerajaan Allah. Ia mengasihi semua orang, terutama “kaum kecil” dan miskin. Kash-Nya tidak posesif, melainkan memerdekakan. Dengan mengikuti Yesus dalam kemurnian-Nya, hidup selibat kita menjadi setara dengan kasih yang total dan penuh kepada Allah dan kepada setiap pribadi manusia. Melalui daya kasih murni dan tak terbagi ini, hubungan antarpribadi bertumbuh dalam kebenaran dan transparansi. Didalam dunia yang sering terpecah belah oleh sengketa dan pepecahan, seorang yang baru dan murni dalam Roh akan menampakkan dan memancarkan kehadiran Tuhan kita yang memerdekakan. Dan yang perlu dikembangkan dalam hidup kemurnian, terutama karena kita masih hidup dalam anugerah bejana tanah lita, maka perlu menghayati nilai-nilai yang mengembangkan integrasi yang seimbang dan matang dari afektivitas dan kemampuan untuk akrab dengan sikap Injili yang selaras dengan bentuk hidup kita .

Sumbangan pemikiran:
Menurut saya, bahwa kemurnian adalah jalan paling utama dan terutama dalam penghayatan hidup spiritualitas Karmel. Mengapa demikian, dengan hidup murni, maka akan lebih mampu mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam artian bahwa kemurnian, pertama-tama dihayati bukan lagi sekedar sebagai hal penyangkalan diri dari hal-hal lahiriah, melainkan yang lebih utama adalah kemurnian hati. Kemurnian hati yang dimaksud yaitu hati yang senantiasa merindukan suatu persatuan, persekutuan dengan Allah. Sehingga dengan demikian, maka kemurnian dalam hal lahiriahpun kan dengan mudah diarahkan kepada Allah.
Reaksi:

0 komentar: