Unknown_404


Hacked BY JBRXXX HACKER



Internet Adalah Tempat Kebebasan Berekspresi, Kebebasan Berinovasi, Kebebasan Berbagi,
Kebebasan Belajar, Kebebasan Berpendapat, Kebebasan Bereksperimen & Kebebasan Berkomunikasi.
Internet Adalah Rumah Kedua Dalam Kepenatan Hidup Di Dunia.
Let's Save Internet Freedom!


Thanks To: All hacker indonesia - SPANSAX HACKER- R10 | TBC net - viking cyber team - jay


Free subdomain
-->

Rabu, 17 November 2010

Belajar dari Bt. Louis Martin dan Bt. Zelie Guerin

Pengantar
Pada tanggal 19 Oktober 2009 menjadi hari yang bersejarah dan membahagiakan bagi keluarga katolik. Karena pada hari itulah sepangsang suami istri digelari kudus oleh gereja yaitu Bt. Louis Martin dan Bt. Zelie Guerin. Louis Martin dan Zelie Guerin adalah orang tua yang setia dan bertanggungjawab dalam mendidik dan membina iman anak-anaknya. Berkat bimbingan mereka, 5 orang putrinya menjadi biarawati. Dengan dibeatifikasinya pasutri ini menegaskan bahwa bukanlah suatu yang mustahil bagi para pasutri untuk menghayati sakramen perkawinan kepada kesempurnaan cinta yaitu lewat kerjasama dengan rahmat Allah yang ada dalam status hidup nikah dan berkeluarga tersebut.
Riwayat Hidup
Louis Martin lahir di Bordeaux pada tanggal 22 Agustus 1823 dari pasangan Pierre Francois Martin Dan Marie Anna Fanie Boureau. Setelah menyelesaikan studinya di Alencon, dia tidak mengikuti karir ayahnya sebagai seorang militer, tetapi memilih bekerja sebagai tukang jam. Louis seorang yang sangat percaya kepada Tuhan dan rajin berdoa. Suatu ketika ia mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pastor. Tetapi karena kemampuannya berbahasa Latin sangat lemah, keinginannya tersebut tidak terwujud.
Zelie Guerin lahir di Gandelain pada tanggal 23 Desember 1831 dari pasangan Isodore Guerin dan Louise Jeanne Mace. Ketika ayahnya pensiun, mereke pindah ke Alencon. Zelie adaah seorang wanita yang pintar dalam hal berbisnis. Di Alencon, ia sangat terkenal karena bisnis rendanya. Zelie pernah mempunyai keinginan untuk masuk biara. Ia memutuskan untuk masuk kongregasi Putri Kasih. Setelah dia berdiskusi dengan superior kongregasi Putri Kasih di Alencon, dia mengerti bahwa masuk biara bukanlah kehendak Tuhan baginya.
Dalam satu acara di Alencon, Zelie diminta untuk bercerita tentang bisnis rendanya yang berhasil. Ibunda Louis Martin juga hadir. Dia sangat mengagumi keberhasilan yang dicapai oleh Zelie Guerin. Dalam satu perbincangan antara mereka berdua, ibunda Louis Martin mengatakan kepada Zelie Guerin bahwa Zelie wanita yang sangat luar biasa, dalam permbicaraan itu juga ia meminta agar Zelie berkenan menjadi menantunya.
Keluarga Yang Saleh
Pada tanggal 13 Juli 1858 Louis Martin dan Zelie Guerin melangsungkan pernikahan. Meskipun sudah membentuk keluarga baru, ternyata keinginan mereka untuk masuk biara masih membara. Tahun pertama pernikahan, mereka memutuskan untuk menjalani hidup mereka sebagaimana layaknya kakak dan adik. Merekapun tidak ingin mempunyai anak. Namun, ketika mereka bimbingan rohani kepada seorang pembimbing, pembimbing tersebut menyarankan sebaliknya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mempunyai anak dan berjanji akan mempersembahkan anak-anak mereka kepada Tuhan. Dalam perjalanan waktu mereka di karuniai 9 orang anak, 7 putri dan 2 putra. Tetapi empat dari antara mereka meninggal ketika masih balita yaitu 2 putri dan 2 putra. Keinginan mereka untuk untuk mempersembakan anak-anak diterima Tuhan. Empat putri mereka menjadi rubiah karmel yaitu Maria, Pauline, Teresia dan Celine. Sedangkan Leonie masuk biara suster-suster Visitasi. Mereka selalu berusaha mendidik putri-putri mereka dengan baik. Lewat bimbingan Louis dan Zelie kelima putrinya semakin mengenal Yesus Kristus lewat Sakramen Maha Kudus. Mereka juga mendidik putri-putri mereka bagaimana berdoa yang baik.
Orangtua dari St. Teresia dari kanak-kanak Yesus
St. Teresia dari Lisieux adalah seorang pujangga gereja dan pelindung misi. Karya-karyanya yang begitu luar biasa sangat dikenal oleh banyak umat Katolik. St. Teresia adalah putri kelima Louis Martin dan Zelie Guerin. Kesucian St. Teresia tak lepas dari bimbingan kedua orangtuanya. St. Teresia sendiri mengatakan bahwa dari kedua orangtuanya, ia belajar bagaimana berdoa yang baik. Ia juga mengatakan bahwa ia telah dianugerahi orangtua yang baik dan berharga oleh Tuhan. Setiap pagi St. Teresia dan kakaknya Celine selalu diajak oleh ibunya untuk berdoa. Sedangkan Louis Martin selalu mengajak Teresia berjalan-jalan dan mengunjungi Sakramen Maha Kudus setiap hari. Pada saat itulah ia mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kapela Karmel untuk pertama kalinya. Louis menunjukkan kepada Teresia pagar terali koor seraya berkata bahwa dibaliknya tinggallah para suster. Dan beberapa tahun kemudian Teresia akan tinggal di dalam terali itu.
Bagaimana keluarga kita?
Di zaman yang sudah serba maju ini banyak hal yang membuat masing-masing pribadi tidak lagi meluangkan waktunya bagi keluarga. Bahkan waktu untuk berdoa bersamapun tidak ada. Sungguh sangat disayangkan kalau kita lebih mengutamakan pekerjaan dari pada keluarga. Memang kalau kita ditanya mengapa anda lebih banyak menghabiskan waktu diluar, alasan yang paling utama adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan demikian prioritas kita yang paling utama adalah mencari dan memenuhi kebutuhan keluarga. Sadarkah kita bahwa dalam hidup berkeluarga bahwa dalam hidup berkeluarga bukan hanya kebutuhan fisik yang harus diperhatikan tetapi juga kebutuhan rohani. Dalam hal hidup rohani sebagai anggota satu keluarga khususnya orang tua harus berusaha meningkatkan kehidupan rohani anak atau anggota keluarga yang lain.
Bt. Louis Martin dan Bt. Zelie Guerin sangat baik kita jadikan sebagai panutan dalam hidup berkeluarga. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan mereka berdua kepada putri-putrinya membuahkan hasil. Satu putri mereka menjadi orang yang sangat dikenal banyak orang katolik yaitu St. Teresia dari kanak-kanak Yesus. Dari manakah St. Teresia mendapat bimbingan? Tidak lain dari kedua orang tuanya. Bt. Louis Martin dan Bt. Zelie Guerin telah menanamkan hal-hal yang sangat baik kepada St. Teresia. St. Teresia sendiri sangat mengagumi kedua orang tuanya. Ia mengatakan bahwa dari kedua orang tuannya ia mengerti cara berdoa. Mereka telah menunjukan totalitas yang sangat tinggi hingga gereja mau mengangkat mereka menjadi orang kudus. Untuk menutup tulisan saya ini, saya ingin mengulang lagi kata-kata atau tulisan seorang penulis terkenal yaitu:
Coba Anda Ingat Kembali
Coba anda ingat kembali…..
Kapan terakhir kali anda meluangkan waktu menemani orang tua berjalan-jalan?
Hmm, kapan terakhir kali anda mengucapkan terimakasih pada pasangan dengan sepenuh hati?
atau…
Kapan terakhir kali anda menjawab celoteh si kecil dengan sabar dan penuh senyum?
Mari, sama-sama kita renungkan kembali ...
Kapan terakhir kali kita mencurahkan perhatian sepenuh hati bagi keluarga, dan menjadikan keluarga prioritas teratas dalam hidup kita…
Karena keluargalah kita bisa menjadi seperti diri kita sekarang..
Setiap keluarga bahagia mencerminkan kebahagiaan anggotanya, dan setiap keluarga yang tidak bahagia mencerminkan tidakbahagiaan anggotanya. (Leo Tolstoy)

Tidak ada komentar:

Read more: http://dapur-tutorial.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-atau-memasang-widget.html#ixzz29NjTS4E3